IKRAR
Mega bertebaran di langit jingga sore itu
Senandung kata bernada terbawa angin
Yang menari di sela reranting
Bersuara merdu bak perindu merindu
Wajah manis duduk di altar ketermanguan
Menikmati penantian dalam kesendirian
Mencari asa yang masih tertinggal di antara realitas
Mungkinkah harap itu menjadi nyata
Wujudkan impian dalam khayal
Bilakah dermaga hidup terlabuhi.Menukar sunyi dalam kegaduhan
Menghadirkan keriangan dalam keramaian
Menjadikan senandung cinta dari pencinta
Lebih bermakna...
Tarian waktu yang tak terhenti
Berkuasa membawa diri pada masa dan ruang kepastian
Musim semi itu akhirnya terjemput
Pijar-pijar bahagia bergelayut di taman sang pencinta
Menyesakan dada hingga tak mampu berkata
Ikrar suci yang terlantun
Menjadi saksi cinta abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar