Ya Allah Izinkan Dia Untukku
Kuserahkan penjagaannya pada Mu ya Allah. Karena kepadaMU
lah hamba berserah diri Selagi dia belum halal untukku. Selagi dia
masih menjadi asing bagiku…
Perjumpaan yang tidak sengaja, pertemuan yang tak direncanakan, dan
pandangan yang mencuri-curi menjadi sebab munculnya paras indah di mata
kita. Memang sih bisa saja itu semua kesalahan kita. Semoga Allah
mengampuni dan memaafkan kita atas kesalahan-kesalahan massal itu.
Akhirnya hati pun yang tak kuasa untuk menanggung beban. Dahsyatnya
fitnah rindu pada bayangan yang melenakan hati dan pikiran. Inginnya
segera memiliki tapi aral melintang bertubi-tubi. Masih kuliah, kerjaan
belum mapan dan seabrek alasan yang menggiring pada keputusan pending
hingga tak tentu kapan.
Sementara geliat bisikan hati bertalu talu menggebu-gebu.
Mengipas-ngipas hati menjadi gemuruh keinginan yang luar biasa
terasakan.
Hanya ada lantunan bait doa yang indah untuk dia yang masih jauh
tersentuh. Tak mungkin hati akan menyentuhnya karena dia bukanlah sosok
halal untuk kita. Tapi alangkah sayangnya bila dia harus bersanding
dengan orang lain dan bukan dengan kita sebagai pengagumnya.
Hati menggemas saat diri tak mampu mempercepat langkah. Seakan ingin
segera meloncat dari sekian tahapan yang sudah ditentukan. Seakan tak
sabar ingin segera melamarnya menjadi bidadari cinta yang mengisi ruang
ruang jiwa. Tapi entah kenapa semua hanya angan angan belaka. Dia masih
terlalu jauh untuk direngkuh, hanya bermodal mimpi dan cita cita yang
belum terwujud. Masih menjadi bintang di langit yang tinggi menjulang.
Sehingga sangatlah susah untuk didapatkan.
Tak kuasa tangan mendapatkan, tidak berarti mulut berhenti
komat-kamit mendoakan. Aku akan doakan dia bahagia dalam penantian.
Apakah aku yang dinanti atau siapa saya yang berani melamar dia menjadi
pasangan hidup. Aku hanya memohon kepada Allah agar dia selalu dalam
penjagaanNya. Dikuatkan hati dan imannya. Disabarkan hati dan jiwanya,
bukan untuk semata menungguku. Tapi semata untuk beribadah kepada Allah
dengan mendapatkan pasangan paling takwa yang dia inginkan.
Aku juga selalu memohon kepada Allah untuk selalu menyayanginya.
Meluaskan hati dan perasaannya untuk memaafkan segala dosa dan kesalahan
yang pernah menerpa dirinya. Melonggarkan hati untuk selalu memaklumi
ketidakmampuan yang datang dariku dan dari orang orang yang lainnya.
Tapi semuanya memang tidak mudah. Mengangan-angankan sosok yang sudah
telanjur menempel di hati. Lekat seperti lem super yang susah sekali
dilepas. Kalaupun dilepas maka akan meninggalkan luka mendalam dan susah
untuk dikeringkan. Kalau saja mengusir perasaan semudah mengusir ayam
dari halaman rumah, pasti sudah pergi namamu di hatiku. Kalau seandainya
melupakanmu semudah melupakan hutang-hutangku maka mungkin sudah
kulakukan sejak dulu pertama aku mengenalmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar